Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mekanisme / Urutan Gerak Refleks

Suatu waktu tanpa disengaja kita dapat melakukan gerak yang tidak disadari. Gerak yang demikian dinamakan gerak refleks. Bersin, batuk, menguap, menggaruk bila gatal, kaget ialah suatu aksi yang disebut refleks. Kita melakukan kegiatan tersebut tanpa melalui proses pada otok terlebih lampau. Refleks ialah cara tubuh kita untuk menjaga dan melindungi diri dengan cepat dan aman. Gerak ini terjadi pada bagian tubuh yang terlibat, sehingga bagian tubuh tersebut bergerak secara otomatis.
       Perhatikan gambar diatas, Refleks sentakan lutut misalnya, ialah respons sederhana. Satu
ketukan pada lutut akan menyebabkan tarikan pada tendon yang berkaitan dengan otot paha (otot
kuadrisep). Akibatnya, kaki bagian bawah ikut tertarik.
Reseptor regangan yang ialah reseptor sensorik menerima tarikan itu. Kemudian, reseptor
sensorik mengirimkan informasi ke sinapsis dengan neuron motorik pada sumsum tulang belakang. Selanjutnya, neuron motorik mengirimkan impuls/sinyal menuju otot kuadrisep untuk berkontraksi. Kontraksi ini menyebabkan kaki bagian bawah tersentak ke arah depan.
       Sebenarnya, sentakan lutut spesialuntuk melibatkan dua neuron, yakni neuron sensorik dan neuron motorik. Namun, neuron sensorik pada kuadrisep berkomunikasi pula dengan interneuron pada sumsum tulang belakang. Interneuron ini menghambat neuron motorik yang mengirimkan sinyal ke otot fleksor (otot kaki yang tidak sama), sehingga otot tersebut tidak berkontraksi.
       Gerak refleks ialah gerakan yang tidak kita sadari. Proses gerak ini lebih cepat daripada gerak sadar. Gerak refleks ini sebenarnya ialah mekanisme dalam rangka mengelak dari suatu rangsang, seperti contoh di atas.  Refleks di atas ialah refleks penarikan.

Urutan gerak refleks yang terjadi pada peristiwa itu, antara lain:
1. rangsang dari luar diterima oleh reseptor
2. impuls-impuls saraf neuron sensorik pada reseptor tersebut dilanjutkan ke sistem saraf pusat, yaitu sumsum tulang belakang
3. di sumsum tulang belakang ini impuls dilanjutkan oleh interneuron dari neuron sensorik ke neuron motorik
4. dari neuron, motorik impuls dilanjutkan ke efektor kemudian efektor dirangsang untuk berkontraksi, akibatnya terjadi gerakan secara spontan dengan menarikdanunik kaki sambil berteriak.