Perkembangan Dan Pertumbuhan Manusia Serta Perubahan Fisik Manusia Pada Masa Pubertas
A.Perkembangan dan Pertumbuhan Manusia
Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan pesat dialami manusia sejak bayi hingga remaja. Pertumbuhan terjadi pada tinggi, berat, dan besar tubuh. Saat berusia satu bulan, bayi tampak begitu mungil dan lemah. Bayi masih sangat membutuhkan belaian orang tuanya. Bayi belum bisa makan dan mandi sendiri. Seiiring berjalannya waktu, bayi tumbuh semakin besar. Gerakannya juga semakin lincah.
Sampai usia sekitar 5 tahun, manusia mengalami perkembangan penting dalam berbagai hal. Manusia tidak spesialuntuk mengalami pertumbuhan tubuh yang pesat saja. Pada masa itu, manusia mengalami perkembangan luar biasa untuk meterbaikkan fungsi tubuhnya. Manusia dapat berjalan dan berlari. Manusia dapat berkomunikasi dengan sesamanya. Kerja otaknya juga semakin baik sehingga manusia mulai dapat berpikir dan bersikap.
Saat remaja, manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan penting menyangkut organ reproduksi. Masa ini sering disebut masa pubertas. Sesudah melewati masa pubertas, manusia memasuki usia dewasa. Saat itu, tubuh manusia sudah sampai pada puncak perkembangan. Demikian pula dengan kerja otaknya. Manusia dewasa sudah mampu memutuskan dan melakukan hal terbaik dalam hidupnya. Di atas usia 50 tahun, manusia memasuki masa lanjut usia. Pada masa itu, fungsi tubuh manusia sudah mulai menurun. Gerakannya juga semakin lamba, akan lebih cepat merasa lelah. Oleh karena itu, orang lanjut usia perlu mendapat istirahat yang cukup.

(Orang yang sudah lanjut usia)
2.Perubahan Fisik Manusia pada Masa Pubertas
Masa pubertas disebut juga akil balig. Pada masa itu, tubuh laki-laki atau perempuan mengalami pertumbuhan yang pesat. Mereka bertambah tinggi dengan sangat pesat. Masa pubertas biasanya terjadi antara usia 12-14 tahun.
Pada masa pubertas, tubuh laki-laki ataupun perempuan mengalami perubahan. Perubahan utama (primer) terjadi di dalam tubuh. Perubahan utama diiringi perubahan sekunder. Perubahan sekunder adalah perubahan fisik yang tampak pada tubuh.
2.Perubahan Fisik Manusia pada Masa Pubertas
Masa pubertas disebut juga akil balig. Pada masa itu, tubuh laki-laki atau perempuan mengalami pertumbuhan yang pesat. Mereka bertambah tinggi dengan sangat pesat. Masa pubertas biasanya terjadi antara usia 12-14 tahun.
Pada masa pubertas, tubuh laki-laki ataupun perempuan mengalami perubahan. Perubahan utama (primer) terjadi di dalam tubuh. Perubahan utama diiringi perubahan sekunder. Perubahan sekunder adalah perubahan fisik yang tampak pada tubuh.

(Perubahan tubuh laki-laki dan perempuan pada masa pubertas)
1. Perubahan tubuh laki-laki
Perubahan primer pada tubuh laki-laki yaitu mulai diproduksinya sel sperma. Sel sperma disebut juga sel kelabuin jantan. Sel sperma dihasilkan oleh testis.
Pada masa pubertas, setiap laki-laki sudah menghasilkan sperma. Setiap hari, testis memproduksi jutaan sperma. Akibatnya, kantung testis penuh dengan cairan sperma. Karena sudah penuh, cairan sperma akan keluar dengan sendirinya. Ditandai juga dengan mimpi basah. Nah, saat mimpi basah itulah laki-laki mengeluarkan cairan sperma. Itu tanda bahwa sudah akil balig.
1. Bahu dan dada melebar.
2. Tumbuh jakun.
3. Tumbuh kumis, janggut, dan rambut-rambut halus di sekitar alat kelabuin.
4. Suara lebih berat.
5. Alat kelabuin membesar.
Perubahan primer dialami tiruana laki-laki. Namun, tidak tiruana perubahan-perubahan sekunder dialami laki-laki. Ada laki-laki yang tidak tumbuh kumis. Ada pula yang jakunnya tidak menonjol.
2. Perubahan tubuh perempuan
Perubahan utama pada perempuan adalah mulai diproduksinya sel telur. Sel telur disebut juga ovum. Sel telur dihasilkan oleh indung telur. Hal tersebut ditandai dengan adanya menstruasi (haid) yang dialami perempuan. Pada gadis, usia terjadinya terjadinya menstruasi pertama sangat bervariasi. Usia menstruasi pertama yaitu antara 9-15 tahun.
Perubahan utama tersebut biasanya diiringi perubahan fisik (sekunder) pada tubuh perempuan.
a. Perkembangan buah dada.
b. Pelebaran bagian panggul.
c. Munculnya rambut-rambut halus di sekitar kemaluan.
Anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi dapat mengalami kehamilan. Oleh karena itu, bergaul dalam batas yang wajar saja. Hindari menonton film dan membaca buku porno. Anak seusiamu masih susah mengendalikan emosi. (bse ipa 6 oleh Pama Leyn Surono)
1. Perubahan tubuh laki-laki
Perubahan primer pada tubuh laki-laki yaitu mulai diproduksinya sel sperma. Sel sperma disebut juga sel kelabuin jantan. Sel sperma dihasilkan oleh testis.
Pada masa pubertas, setiap laki-laki sudah menghasilkan sperma. Setiap hari, testis memproduksi jutaan sperma. Akibatnya, kantung testis penuh dengan cairan sperma. Karena sudah penuh, cairan sperma akan keluar dengan sendirinya. Ditandai juga dengan mimpi basah. Nah, saat mimpi basah itulah laki-laki mengeluarkan cairan sperma. Itu tanda bahwa sudah akil balig.
Perubahan primer tersebut biasanya diiringi perubahan sekunder (fisik) pada tubuh laki-laki. Beberapa ciri fisiknya adalah:
1. Bahu dan dada melebar.
2. Tumbuh jakun.
3. Tumbuh kumis, janggut, dan rambut-rambut halus di sekitar alat kelabuin.
4. Suara lebih berat.
5. Alat kelabuin membesar.
Perubahan primer dialami tiruana laki-laki. Namun, tidak tiruana perubahan-perubahan sekunder dialami laki-laki. Ada laki-laki yang tidak tumbuh kumis. Ada pula yang jakunnya tidak menonjol.
2. Perubahan tubuh perempuan
Perubahan utama pada perempuan adalah mulai diproduksinya sel telur. Sel telur disebut juga ovum. Sel telur dihasilkan oleh indung telur. Hal tersebut ditandai dengan adanya menstruasi (haid) yang dialami perempuan. Pada gadis, usia terjadinya terjadinya menstruasi pertama sangat bervariasi. Usia menstruasi pertama yaitu antara 9-15 tahun.
Perubahan utama tersebut biasanya diiringi perubahan fisik (sekunder) pada tubuh perempuan.
a. Perkembangan buah dada.
b. Pelebaran bagian panggul.
c. Munculnya rambut-rambut halus di sekitar kemaluan.
Anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi dapat mengalami kehamilan. Oleh karena itu, bergaul dalam batas yang wajar saja. Hindari menonton film dan membaca buku porno. Anak seusiamu masih susah mengendalikan emosi. (bse ipa 6 oleh Pama Leyn Surono)